Arsip Informasi

Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Bagaimanakah website ini?
Baik
Cukup
Kurang

Submit Lihat Hasil Polling

Bagaimana Pelayanan di Kecamatan Kutowinangun
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang Baik
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Informasi / Detail

Rekam Lebih Dari Satu Kali, Warga Dipastikan Tidak Dapat KTP-el .

Administrator 16 Oktober 2017 17:05:12 WIB dibaca 114 kali

                Jakarta - Segala perubahan dan penggantian elemen data kependudukan
seseorang akan diketahui secara mudah riwayatnya dalam database kependudukan
nasional. Bahkan, warga yang melakukan perekaman data KTP-el lebih dari satu
kali akan terekam selamanya dalam database. Hal inilah yang belum banyak
dipahami oleh masyarakat. Dengan maksud ingin mendapatkan fisik KTP-el secara
cepat, atau dengan motif lain, banyak masyarakat melakukan perekaman data
KTP-el di suatu tempat atau daerah, kemudian merekam lagi di daerah yang lain.
Secara sistem, data seperti ini dikategorikan sebagai data ganda. “Kami
menyebutnya penduduk berdata ganda”, ujar Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh
di Jakarta belum lama ini. Konsekuensinya, data ganda tidak bisa dimanfaatkan
atau diakses oleh suatu lembaga/instansi untuk suatu kepentingan seperti halnya
untuk layanan publik. Dirjen Dukcapil mengakui adanya data ganda KTP-el dalam
database nasional. Menurutnya, warga yang memiliki data ganda ini tidak akan
mendapatkan fisik KTP-el karena secara sistem akan tertolak untuk dicetak. Hal
ini tentu merugikan bagi warga itu sendiri. Jadi, menurutnya, wajar jika ada
warga yang mengeluh sudah lama melakukan perekaman namun belum juga mendapatkan
fisik KTP-el. “Kalau ada keluhan seorang penduduk sudah rekam (data KTP-el)
lama satu sampai dua tahun belum jadi, di data center kami ditemukan ada 1,9
juta penduduk yang merekam lebih dari satu kali”, kata Zudan. Solusinya, bagi
warga yang merekam data lebih dari satu kali tersebut, Prof. Zudan mengimbau
untuk segera mendatangi kantor Dinas Dukcapil untuk melaporkan dan memilih
salah satu data yang akan digunakan sebagai dokumen kependudukan yang
bersangkutan.

Sumber : http://www.dukcapil.kemendagri.go.id/