Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Bagaimanakah website ini?
Baik
Cukup
Kurang

Submit Lihat Hasil Polling

Profil / PROFIL KECAMATAN KUTOWINANGUN

PROFIL KECAMATAN KUTOWINANGUN


Kecamatan
Kutowinangun merupakan yang terletak di bagian timur Kabupaten Kebumen yang
berbatasan dengan Kecamatan Kebumen di sebelah barat, Kecamatan Prembun di
sebelah timur, Kecamatan Poncowarno di sebelah utara dan Kecamatan Ambal di
sebelah selatan. Secara Geografis Kecamatan Kutowinangun terletak pada 7
0
45,5 ‘ Lintang selatan dan 109037,0’ Bujur
Timur.

Sejarah Kecamatan Kutowinangun
berasal dari kata KUTO yang artinya (Kota) WINANGUN yang artinya ( Membangun ).
Kecamatan Kutowinangun bermula dari kademanga yang dipimpin seorang demang yang
dulunya merupakan kerajaan Mataram disebut  dengan (Demang Perkacangan).

Luas wilayah Kecamatan
Kutowinangun sebesar 3.373 Ha atau 33,73 Km2 yang terbagi menjadi 19 wilayah
administrasi desa. Desa terluas adalah Desa Lumbu sebesar 328 Ha atau 9,72
persen dari luas kecamatan dan desa paling kecil adalah desa Lundong sebesar
101 Ha atau 2,99 persen dari luas wilayah kecamatan dengan luas lahan sawah
1.435,71 Ha atau 42,6 persen dan lahan kerig 1.9737,29 Ha atau 57,4 persen.
Menurut sistem irigasinya lahan sawah di Kutowinangun sebaian besar menggunakan
irigasi teknis yang bisa ditanami Padi dua kali dalam setahun yaitu seluas
906,96 Ha. Lahan sawah yang belum menggunakan irigasi atau tadah hujan seluas
528,75 Ha yang hanya bisa ditanami padi sekali setahun Kondisi wilayah semua  hampir semuanya terletak didataran rendah
dengan ketinggian 13 m diatas permukaan laut..

Secara Pemerintahan
Kutowinangun terdiri dari 80 RW yang terbagi menjadi 245 Rukun Tetangga ( RT ).
Pada tahun 2015 jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kecamatan
Kutowinangun berjumlah 414 orang yang terdiri dari 50,8 persen laki-laki dan
49,2 persen perempuan. Menurut tingkat pendidikannya  1,6 Persen berpendidikan SD, 5,4 %, SMP 20,2
%, SMA 0,4 % D1 ; 16,9 %  berpendidikan
D2, 7,2 % berpendidikan D3; 02 % berpendidikan D4; 46,9 persen berpendidikan S1
dan 1,3 % berpendidikan S2. Jika dilihat dari golongan kepangkatannya terdiri
dari 4,8 % golongan I, 21,1 % golongan II, 28,8 % golongan III dan 45,2 %
golongan IV.